Wujudkan Dusun Percontohan, PT GAN Luncurkan Kelompok Ternak Kedua di Dusun Rees

KUBU RAYA, 15 November 2025 – Komitmen PT Graha Agro Nusantara (GAN) untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar kembali dibuktikan melalui perluasan Program Pemberdayaan Masyarakat. Pada Rabu (12/11/2025), PT GAN secara resmi meluncurkan kelompok ternak binaan baru, Kelompok Ternak (KT) Kandang Basote, di Dusun Rees, Desa Persiapan Kuala Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang.
Peluncuran ini menandai fase kedua dari program pengembangan peternakan babi terintegrasi yang diinisiasi perusahaan sejak tahun 2024. Langkah ini sekaligus mempertegas visi perusahaan untuk menjadikan Dusun Rees sebagai wilayah percontohan "Peternakan Babi Terintegrasi Hortikultura".
Salah satu keberhasilan utama dari program ini adalah terciptanya kemandirian kelompok. Dalam peluncuran KT Kandang Basote yang beranggotakan 10 orang ini, dilakukan mekanisme "gulir ternak". Sebanyak tiga ekor babi hasil pengembangbiakan kelompok binaan pertama, KT Pahayaman Dulakng Talino, diserahterimakan kepada kelompok baru tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa bantuan awal yang diberikan perusahaan—berupa 6 ekor bibit, kandang, subsidi pakan, hingga mesin pencacah sagu—telah berhasil dikelola dengan baik hingga berkembang menjadi 15 ekor per November 2025, dan kini mulai memberikan manfaat bagi kelompok masyarakat yang lebih luas.

GEM PT GAN, Jerry K Siregar, menegaskan bahwa fokus perusahaan adalah memaksimalkan potensi hulu hingga hilir produk masyarakat.
“Kita selalu mendukung program yang berkaitan dengan upaya kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan. Selain program peternakan babi terintegrasi, kita juga sedang menjajaki pengembangan pemberdayaan tanaman kratom. Tentunya kita memandang ini adalah potensi-potensi yang sangat baik,” ujar Jerry.
Tidak hanya berfokus pada peternakan, PT GAN juga menggandeng Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya untuk memberikan nilai tambah melalui teknologi tepat guna. Dalam rangkaian acara ini, digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik, serta sosialisasi kesehatan hewan.
Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pertanian terpadu (integrated farming). Limbah ternak diolah menjadi pupuk untuk lahan hortikultura dan pakan alternatif, sementara hasil pertanian seperti ubi, talas, dan sagu dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak berkualitas.
Setiawan, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kubu Raya, mengapresiasi inisiatif ini. “Program CSR ini memiliki peluang besar karena didukung potensi lokal. Nilai ekonominya tinggi dan bahan pakannya sudah tersedia di alam sekitar,” ungkapnya.
Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi warga, tetapi juga sebagai bagian dari strategi lingkungan perusahaan. Dengan menciptakan alternatif sumber pendapatan yang layak, program ini mendukung upaya Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) dan perlindungan area konservasi di sekitar Hutan Lindung Sungai Ambawang.
Hermanto, Ketua KT Pahayaman Dulakng Talino, menyampaikan apresiasinya atas dampak nyata yang dirasakan. “Terima kasih PT GAN. Program ini sangat mendukung kebutuhan masyarakat, mengingat konsumsi daging babi cukup tinggi untuk kegiatan adat dan hari raya,” tuturnya.
Dengan sinergi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, Dusun Rees kini selangkah lebih dekat menjadi model desa mandiri yang produktif dan ramah lingkungan.
Sumber :
Berita Lainnya
Aktivitas Warga Menjadi Lancar setelah Jembatan Sungai Kuning Diperbaiki PT CRS KUANTAN SINGINGI
Lihat Selengkapnya
Kepedulian Pemerintah Kabupaten Merauke dan PT. Agriprima Cipta Persada terhadap Petani Kopi di Wilayah Muting
Lihat Selengkapnya